Kilas Balik Piala Dunia 1938: Indonesia Tampil Pertama Kali Di Pd

Indonesia atas nama Hindia Belanda di Piala Dunia  Kilas Balik Piala Dunia 1938: Indonesia Tampil Pertama Kali di PD
Indonesia atas nama Hindia Belanda di Piala Dunia 1938. Kapten tim Achmad Nawir bangun paling kanan.
Sepak-bola-id.blogspot.com - Jelang Piala Dunia 2014 Brazil - Piala Dunia 1938 mereupakan edisi ketiga yang digelar di Prancis pada 4 - 19 Juni diikuti 15 negara. Dari Eropa 13 negara, sedangkan dari Amerika Selatan, Karibia, dan Asia masing-masing satu negara.


Turnamen ini seharusnya melibatkan 16 negara. Namun, kesudahannya hanya diikuti 15 negara. Ini disebabkan penguasa Jerman diktator Adolf Hitler dengan Nazi-nya menganeksasi Austria menjelang Piala Dunia 1938.

Indonesia ternyata merupakan negara Asia pertama yang masuk Piala Dunia. Badan sepak bola dunia, Federation Internationale de Football Association (FIFA), memulai Kejuaraan Piala Dunia tahun 1930 di Uruguay. Saat itu Piala Dunia pertama hanya diikuti 13 negara yang berasal dari Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Utara dan Tengah. Piala Dunia pertama itu kesudahannya dijuarai oleh Uruguay. Pada Piala Dunia kedua tahun 1934, Mesir tampil yang pertama mewakili Afrika.

Pada Piala Dunia ketiga di Perancis tahun 1938, Indonesia tampil sebagai wakil Asia pertama dengan memakai nama East Indies. Namun Indonesia dianggap masuk lewat pintu belakang, sehabis Jepang dan kemudian AS menolak kesempatan untuk bertanding dengan mereka lantaran pertandingan play-off nya dilakukan di Perancis tahun 1938.

Dari nama-nama yang tampil, pemain Indonesia (East Indies) ada yang berjulukan Indonesia orisinil dan ada juga yang berjulukan Belanda. Dari 16 pemain yang dilatih oleh instruktur Belanda (bukan Hindia Belanda) yaitu Johannes van Mastenbroek. Pemain tengah Achmad Nawir (1 Januari 1911), pemain tengah Anwar Stan (21 Maret 1914), pemain depan Hans Taihitu (1 Januari 1909), dan Suvarte Soedarmadji (6 Juni 1915). Ada juga berjulukan China ibarat Hong Djien Tan (12 Januari 1916) dan See Han Tan (1 Januari 1910).

Selebihnya berjulukan Belanda ibarat Dorst, Frans Hukon, Frans Meeng, G Faulhaber, G van den Burgh, Henk Sommers, J Harting, Jack Samuels, dan R Telwe.Dalam Piala Dunia 1938 tersebut, terdapat 18 tim yang tampil termasuk Indonesia (East Indies) dan Belanda yang memakai sistem gugur. 

Pada babak pertama Indonesia pribadi bertemu dengan tim berpengaruh yang kesudahannya tampil sebagai finalis yakni Hungaria pada tanggal 5 Juni 1938 di mana Indonesia kalah 6-0 (4-0), dan Tim Belanda yang dilatih instruktur Inggris Robert Glendenning dikalahkan Czechoslovakia 3-1.

Pada babak perempat final, tanggal 12 Juni 1938 sembilan tim bertanding untuk mendapat empat tempat. Untuk itu empat tim harus bertanding dua kali untuk merebut dua kawasan yakni Cuba, Rumania, Swiss, dan Jerman. Akhirnya empat tim yang masuk semifinal yaitu Hungaria, Italia, Brazil, dan Swedia.Di babak semifinal Hungaria mengalahkan Swedia 5-1 dan Italia mengalahkan Brazil 2-1. 

Dalam pertandingan final tanggal 19 Juni 1938, Italia mengalahkan Hungaria (tim yang mengalahkan Indonesia di babak pertama) dengan skor 4-2 (3-1), sedangkan untuk kawasan ketiga Brazil mengalahkan Swedia 4-2 (1-2).

Pengalaman Hindia Belanda, nama yang dulu digunakan Indonesia sebelum merdeka dari Belanda, di Perancis memang hanya berlangsung 90 menit. Namun bagi FIFA, itu sudah cukup menjadi bukti bahwa Indonesia sudah pernah main di Piala Dunia sebagai Tim pertama dari Asia. Namun sehabis itu Indonesia tidak pernah lagi ikut Piala Dunia, sehingga Indonesia menjadi satu-satunya tim yang pernah bermain hanya satu kali di Piala Dunia FIFA.

Makara jikalau Indonesia suatu dikala nanti lolos ke Piala Dunia, maka FIFA akan menganggapnya sebagai penampilan kedua sehabis yang pertama tahun 1938.

Saat ini FIFA menganggap asosiasi sepak bola Indonesia didirikan tahun 1930 dan menyatakan bergabung dengan FIFA tahun 1952.

Apa pun latar belakangnya ya lantaran FIFA sudah menganggap kita pernah masuk Piala Dunia 1938, kita siapkan saja untuk masuk Piala Dunia untuk kedua kalinya!

Sepuluh Fakta Menarik Piala Dunia 1938:
  1. Tahun 1938 merupakan pertama kalinya Indonesia mengikuti Piala Dunia. Keikutsertaan itu menjadi yang pertama dan terakhir bagi Indonesia hingga sekarang. Saat itu Indonesia masih memakai nama Hindia Belanda, dan hanya sekali bertanding sehabis dikalahkan Hungaria 6-0 di babak penyisihan.
  2. Piala Dunia 1938 menjadi yang terakhir diselenggarakan empat tahun berturut-turut ibarat dua Piala Dunia sebelumnya. Perang Dunia II menjadikan Piala Dunia harus mangkir selama 12 tahun.
  3. Untuk pertama kalinya Piala Dunia menerapkan sistem tuan rumah dan juara sebelumnya berhak lolos secara otomatis. Sistem ini tetap dipertahankan hingga penyelenggaraan Piala Dunia sekarang. Prancis bertindak sebagai tuan rumah, dan Italia sebagai juara bertahan.
  4. Brasil menjadi satu-satunya negara Amerika Latin yang mengikuti Piala Dunia 1938. Dua negara lainnya, Uruguay dan Argentina menentukan memboikot turnamen ini, sebagai protes tidak dipilihnya Amerika Latin sebagai tuan rumah. Berdasarkan akad sebelumnya, penyelenggaraan Piala Dunia dilakukan secara bergantian. Namun FIFA mempertimbangkan alasan geografis, dan jarak waktu tempuh yang terlalu usang mengingat dikala itu banyak negara Eropa yang menjadi anggota mereka.
  5. Dua negara mengundurkan diri dari Piala Dunia 1938 dengan alasan perang dan politik. Spanyol mundur akhir adanya perang saudara di negara mereka, sedangkan Austria terkait situasi politik Anschluss terkait invasi Jerman. FIFA tidak menunjukkan jatah kepada Latvia untuk menggantikan Austria, sehingga penerima hanya berjumlah 15 tim.
  6. Demi mewujudkan ambisi menjadi tuan rumah, Jerman memakai sebagian besar pemain Austria yang mundur dari Piala Dunia 1938. Saat itu Austria dikenal mempunyai bahan pemain bagus, dan pantas menjadi unggulan. Kendati demikian, Jerman gagal lolos dari babak penyisihan.
  7. Politik sangat mempengaruhi penyelenggaraan Piala Dunia, sehingga terjadi beberapa skandal. Italia menyingkirkan Prancis di perempat-final sehabis melancarkan warta perbedaan ras. Begitu juga ketika Italia mengalahkan Hongaria di final. Pemain Hongaria mengutamakan belas kasihan kepada Italia, yang merasa tertekan atas bahaya Benito Mussolini. Pemain Italia diancam eksekusi mati bila gagal menjadi juara. Kiper Hongaria Antal Szabó mengatakan, "Tidak apa-apa gawang saya kebobolan empat gol, tapi setidaknya saya menyelamatkan nyawa mereka [pemain Italia]".
  8. Striker Polandia Ernst Willimowski menjadi pemain pertama yang bisa mencetak empat gol dalam satu pertandingan. Keempat gol itu dilesakkan ketika dikalahkan Brasil 6-5 melalui perpanjangan waktu. Selain sebagai pesepakbola, Willimowski juga seorang atlet hoki es di negaranya.
  9. Striker Brasil Leonidas merupakan pemain paling menonjol di Piala Dunia ini. Dengan skill yang mumpuni, ia menjadi pemain pertama yang memperkenalkan tendangan salto dikala mencetak gol ke gawang lawan. Gaya bermain Leonidas hingga kini masih menjadi pola bagi pesepakbola Brasil. Leonidas juga yang memperkenalkan gaya samba dalam permainan sepakbola Brasil. Leonidas dipercaya bisa mencetak lebih dari delapan gol di Piala Dunia ini, bila saja instruktur Brasil tidak mengambil keputusan kontroversial mengistirahatkannya dikala melawan Italia di semi-final.
  10. Italia merupakan pemegang trophy Piala Dunia terlama. Setelah menjuarainya tahun 1934 dan 1938, total Italia menguasai trophy Piala Dunia selama 16 tahun. Ini disebabkan Piala Dunia mangkir selama 12 tahun akhir Perang Dunia II. Demi mengamankan trophy Piala Dunia itu, wakil presiden FIFA yang berasal dari Italia Ottorino Barassi terpaksa harus menyembunyikan trophy di dalam sepatu biar tidak ikut dijarah pasukan.


Juara: Italia
Runner-Up: Hongaria
Skor Tertinggi: Brasil vs. Polandia 6 - 5 (16 Besar)
Total Gol: 84
Rata-Rata Gol: 4.67
Topskor: 8 Gol:
Leonidas, Brasil
Pencetak Gol Terbanyak Satu Pertandingan: Ernest Wilimowski, Polandia - 4 Gol
Penonton Terbanyak: 59.000 (Italia - Prancis, Perempat-Final)
Total Penonton: 376.000
Rata-Rata Penonton: 20.888
Penampilan Perdana: Norwegia, Polandia, Kuba, Hindia Belanda / Indonesia
Nama-Nama Stadion: Parc Des Princes Stade de la Meinau
Stade Olympique de Colombes Stade de la Cavee Verte
Stade Chapou Stade Velodrome Municipal
Velodrome Stade Victor Boucquey
Stade du Fort Carre Parc Lescure
16 Besar
Swiss  -  Jerman  1-1 A.E.T    (Jun 04, Parc Des Princes)
Brasil  -  Polandia  6-5 A.E.T    (Jun 05, Stade de la Meinau)
Prancis  -  Belgia  3-1    (Jun 05, Stade Olympique de Colombes)
Republik Ceko  -  Belanda  3-0 A.E.T    (Jun 05, Stade de la Cavee Verte)
Kuba  -  Rumania  3-3 A.E.T    (Jun 05, Stade Chapou)
Hongaria  -  Hindia Belanda / Indonesia  6-0    (Jun 05, Stade Velodrome Municipal)
Austria  -  Swedia *  w/o    (Jun 05, Stade Gerland)
Italia  -  Norwegia  2-1 A.E.T    (Jun 05, Velodrome)
Kuba  -  Rumania  2-1    (Jun 09, Stade Chapou)
Swiss  -  Jerman  4-2    (Jun 09, Parc Des Princes)

Perempat-Final
Hongaria  -  Swiss  2-0    (Jun 12, Stade Victor Boucquey)
Brasil  -  Republik Ceko  1-1 A.E.T    (Jun 12, Stade Chapou)
Italia  -  Prancis  3-1    (Jun 12, Stade Olympique de Colombes)
Swedia  -  Kuba  8-0    (Jun 12, Stade du Fort Carre)
Brasil  -  Republik Ceko  2-1    (Jun 14, Stade Chapou)

Semi-Final
Hongaria  -  Swedia  5-1    (Jun 16, Parc Des Princes)
Italia  -  Brasil  2-1    (Jun 16, Velodrome)

Peringkat Ketiga
Brasil  -  Swedia  4-2    (Jun 19, Parc Lescure)

Final
Italia  -  Hongaria  4-2    (Jun 19, Stade Olympique de Colombes)
Sekian update informai kali ini seputar Kilas Balik Piala Dunia 1938: Indonesia Tampil Pertama Kali di Piala Dunia. Semoga bermanfaat. Salam Sepakbola!!!
 

Ads

bandarq